Review Pertandingan PERSIB Vs Arema fc Skor 0-0 Liga 1 Gojek Traveloka 2017

Janur Sesalkan PERSIB yang Gagal Mendapat 3 Poin Dikandang

Kegagalan membungkam Arema FC di laga pembuka Liga 1 Indonesia sangat disayangkan oleh pelatih PERSIB, Jajang Nurjaman. Janur mengatakan bahwa seharusnya PERSIB harus bisa merebut poin penuh karena laga tadi digelar di Gelora Bandung Lautan Api yang tidak lain adalah rumahnya sendiri. Tetapi secara permainan, pelatih 59 tahun itu menyebut bahwa timnya sudah bermain dengan cukup bagus terutama di sektor belakang dan depan.

djanur pelatih persib


Namun tidak tidak bisa berbuat banyak ketika hasil akhir menunjukkan tim tamu masih terlalu tangguh untuk dikalahkan. “Tidak puas karena harusnya di kandang kita safety 3 poin. Sebenarnya kita main tidak jelek dan lawannya juga Arema,” ujar Janur dalam wawancara selepas laga di GBLA, Sabtu (15/4).

Statistik PERSIB Melawan Arema selama 2 Tahun Terakhir

Janur juga mengaku bahwa dia dan timnya merasa terbebani dengan rekor buruk atas Arema dalam 2 tahun terakhir. Maung Bandung terakhir merebut hasil positif dari Singo Edan pada semifinal Indonesia Super League 2014. Setelah itu PERSIB cuma bisa bermain imbang dan mayoritas berujung kekalahan. Di musim lalu, kedua tim selalu berbagi angka 0-0 di TSC 2016 di 2 bentrokan. Statistik buruk itu pun masih menjadi mimpi buruk bagi PERSIB.

Dan kita cukup terganggu statistik melawan Arema dalam 2 tahun terakhir cuma bisa draw dan kalah dan kembali tidak bisa menang. Kita belum bisa pecahkan itu dan ini menjadi pekerjaan rumah kami,” jelasnya.

Namun start yang kurang baik di liga tidak lantas membuat Janur kecewa dan pesimistis dengan kinerja timnya. Dia masih yakin PERSIB bangkit pada laga kedua pekan depan menghadapi PS TNI. “Tapi kami tetap optimis sama kekuatan yang kita miliki saat ini. Tetap saya juga ucapkan selamat buat Arema karena bisa ikat 1 poin sesuai target,” terang Janur.

Antisipasi Dua Sayap Lawan, Kunci Sukes Arema Menahan PERSIB

Arema FC sukses menahan lagi PERSIB di kandang dalam laga pembuka Go-Jek Traveloka Liga 1, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (15/4) malam. Skor kacamata seperti pada dua pertemuan terakhir harus puas diterima kedua kubu.
sumber gambar : WartaSolo.com

Raihan imbang menjadi keuntungan bagi tim tamu Singo Edan, menurut sang pelatih Aji Santoso, target satu poin diusung dari awal. Dengan menjamin menampilkan permainan menyerang, adalah sebuah keberuntungan jika mampu cetak angka, sayang gol Cristian Gonzalez di babak pertama dianulir karena offside.

Kami sudah bisa membuktikan bahwa kami menepati janji dan bermain menyerang. Kami juga dari awal pasang target satu poin dan kalaupun bisa menang Alhamdulillah, sayang gol Gonzalez dianulir karena offside,” beber Aji.

Arema Berhasil Meredam Keganasan Sayap PERSIB Kuci Sukses Menahan Imbang PERSIB

Kesuksesan tim arahan Aji menahan imbang PERSIB di kandang tidak lepas dari keberhasilan anak-anak asuhnya meredam dua sayap Maung Bandung. Febri Hariyadi dan Atep dikenal memiliki kecepatan, dan mereka diklaim telah gagal menciptakan peluang.

Saya khawatir Febri, tapi dia enggak punya peluang. Saya puas dengan permainan anak-anak dan kuncinya sebelum pergi kita sudah antisipasi kecepatan pemain PERSIB. Baik flank kanan dan kiri mereka enggak dapat peluang,” ujarnya.

Hasil ini membuat Arema raih poin satu di Bandung.

Ini tentu bukan hasil yang buruk mengingat Kurnia Meiga dkk mencuri poin di hadapan suporter rival yang fanatik. “Ini hasil tidak jelek apalagi di depan suporter fanatik,” katanya.

Tidak Puas Imbang, Zola Ingin PERSIB Bangkit

Hasil imbang 0-0 menghadapi Arema FC diakui Gian Zola cukup membuat dia serta rekan-rekannya yang lain cukup kecewa. Menurutnya bermain di rumah sendiri seharusnya bisa ditutup dengan kemenangan mengingat koleksi poin akan sangat krusial. Jika mampu gapai 3 angka, PERSIB bisa langsung duduk di papan atas dan memiliki modal bagus saat menghadapi laga berikutnya. Zola pun mencoba mencari hikmah setelah laga ini.

gian zola persib

Mungkin dengan hasil ini pastinya kita sebagai pemain merasa kurang puas. Semoga dengan hasil ini kita belajar dan menanggapi secara positif hasil di hari ini,” jelas Zola ketika diwawancara pada jumpa pers usai laga di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu (15/4).

Pemain berusia 18 tahun itu pun punya harapan timnya bisa bangkit dan tidak selalu meratapi hasil kurang baik dalam laga tadi. Menurutnya skor kacamata di Bandung justru membuat PERSIB makin berambisi untuk meraih kemenangan perdana. Maung Bandung sendiri pada laga kedua akan bertandang ke markas PS TNI pada 22 April 2017 di Stadion Pakansari dan laga itu disebut Zola harus ditutup dengan kemenangan.

Semoga di pertandingan kedua kita bisa mendapatkan 3 poin karena kita pasti mau bangkit untuk meraih kemenangan,” katanya.

Dalam laga tadi Zola langsung mendapat porsi turun dari menit awal untuk menempati pos playmaker. Dia menjadi perancang serangan dan ditopang oleh duet Hariono dan Michael Essien. Namun Zola kurang memberi kontribusi maksimal untuk timnya dan hanya bermain selama 45 menit. Di babak kedua, gelandang kidal itu pun digantikan oleh Carlton Cole.

Janur Nilai Essien Sudah Tunjukkan Sentuhan Magisnya

Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) yang sudah terbit untuk Michael Essien dan Carlton Cole membuat dua pemain asing baru PERSIB itu boleh bertanding. Essien pun sesuai janji Jajang Nurjaman langsung turun sebagai starter di pusat permainan Maung Bandung. Dikatakan oleh Jajang Nurjaman, dia mengatakan bahwa pemain bintangnya itu perlahan mampu beradaptasi dengan cuaca dan atmosfer sepakbola di tanah air.


Penampilan Essien seperti yang udah dilihat sama semuanya, dia tadi cukup bagus meski main di pertandingan di iklim tropis karena dia kan biasanya main di kompetisi Eropa dan itu wajar,” kata Janur dalam jumpa pers usai laga di GBLA, Sabtu (15/4).

Berduet dengan Hariono di lini tengah, Essien sudah mulai berani berduel kala bertahan dan aktif memberi pasokan bola ke lini depan. Beberapa kali umpan akuratnya membelah pertahanan Arema tapi gagal dikonversi menjadi gol. Dia juga sangat rajin memberikan passing untuk mengatur penguasaan bola guna memecah organisasi pertahanan Singo Edan. Sayang dia masib belum berada dalam kondisi fit 100 persen.

Tadi dia beberapa kali sudah bisa menunjukkan sentuhan magisnya tapi belum ditunjang dengan fisik yang prima. Itu kenapa saya tarik dia pada babak kedua sama Dedi (Kusnandar). Fisik masih jadi kendala dan saya sih melihatnya begitu,” jelas Janur.

Mengenai performa Carlton Cole, pria berusia 59 tahun itu masih menilai sang bomber masih lemah dalam kebugaran. Terbukti dari pergerakannya yang belum terlalu liar membongkar pertahanan tim lawan. “Cole juga sama kelihatan masih bermasalah di fisiknya sehingga belum memberikan kontribusi dan cuma berharap bola dari samping. Itu juga beberapa kali umpan datang tapi masih banyak yang luput,” katanya.

Aji Santoso: Arema Harusnya Bisa Tekuk PERSIB di Bandung

Andai gol Cristian Gonzalez di babak pertama tak dianulir karena offside, maka seharusnya Arema FC bisa menang atas tuan rumah PERSIB, di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (15/4) dalam laga perdana Go-Jek Traveloka Liga 1.


Head Coach Arema Aji Santoso menilai seharusnya tim ia mampu memenangi pertandingan malam itu. Gol Gonzalez dari sudut pandang dia, semestinya tak dianulir karena posisi sang pemain sejajar dengan pemain bertahan PERSIB.

Arema seharusnya menang dan gol Gonzales menurut saya tidak offside, tapi saya respek (menghormati wasit),” ungkap Aji dalam konferensi pers usai laga.

Ia melanjutkan bahwa PERSIB tak punya peluang banyak untuk cetak gol. Celakalah tim arahan Jajang Nurjaman jika gol Gonzalez disahkan wasit. “Bahkan jujur Arema harusnya menang terbukti banyak peluang dan enggak ada peluang dari PERSIB,” imbuhnya.

Terutama pemain belakang, eks pelatih Persela itu mengapresiasi perjuangan tim Singo Edan. Semua pemain telah bekerja keras membawa pulang poin meski satu. Ini adalah modal untuk menempa pertandingan selanjutnya. “Semua pemain bagus dari Meiga ke depan apalagi pemain belakang sangat rapat,” katanya.


Arema Sayangkan PERSIB Tak Pasang Essien-Cole dari Menit Pertama

Pelatih Arema FC Aji Santoso sayangkan dua pemain bintang PERSIB Michael Essien dan Carlton Cole tak bermain bersamaan. Andai kedua bermain bersama sejak menit awal maka pertandingan akan semakin menarik untuk disaksikan. Terlebih tim Singo Edan bermain sama-sama menyerang walau bermain di tandang.

Essien dan Cole

Yang jelas saya dari awal sampaikan saya lebih senang kalau marquee player PERSIB main dan yang tadi dipasang itu cuma Essien. Kita mau mereka tampil kan permainan akan jadi lebih seru,” beber Aji.

Michael Essien tampil perdana mengisi starting eleven Maung Bandung. Ia ditarik keluar menit menit 77 digantikan Dedi Kusnandar. Sebenarnya Cole dan Essien sempat bermain bersama selama 32 menit, karena Cole masuk babak kedua mengganti Gian Zola.

Cole juga beberapa kali turut mengancam gawang Arema yang dikawal Kurnia Meiga. Sayang pertahan Arema yang dikawal Arthur Cunha dan Bagas Adi buat ruang gerak Cole terbatas.

Mereka pun harus menerima kembali ditahan tim asal Malang itu dengan skor 0-0, Sabtu (15/4/2017) malam. Dua pertemuan terakhir sebelumnya juga berakhir dengan kedudukan sama di ajang Indonesian Soccer Championship (ISC) 2016.
Blog, Updated at: 9:01 PM

0 komentar:

Post a Comment

TAK AKAN PERNAH LUPA

FOTO BOBOTOH
Bobotoh Cantik Ladies Viking Persib
Bobotoh Cantik Persib
Maung Geulis Bobotoh Cantik Ladies Viking Persib
Foto Bobotoh Cantik Persib